Kenangan yang Kupanggil Semalam…

Bibomedia.com_30049

Kenangan hadir, bukan karena penjual kenangan menjajakan dagangannya sepagi tadi…bukan, bukan itu !!!. Seperti yang tadi kukatakan, aku memanggilnya. Aku yang menginginkannya ada.

Bagiku, tidak sulit menghadirkan kenangan. Bila aku menginginkannya, aku bisa memanggilnya. Seperti memanggil angin dengan siulan, dan kenangan akan datang…begitu pula kenangan, ia serupa angin, meski tak kasat mata, namun aku bisa merasakannya.


Seperti juga semalam. Ketika kantuk mulai menyerang. Saat bintang berkerlipan di rerimbunan bambu di halaman belakang, dan embun mulai luruh di atap rumahrumah sepi. Aku memanggilmu, dalam petikan gitar lamat-lamat. Masihkah ingat pada Aubrey yang kunyanyikan pelan ?. Kau tersenyum, bahkan menertawakan selera laguku yang jadul. Kau tau ?, menyanyikan lagu itu membuatku seolah terdampar pada sunyi yang semakin sunyi.

Malam tadi, tak hanya satu, dua, atau tiga…kenangan datang…mereka datang, menghambur ke arahku. Melesatkan anganku pergi menjauh. Meningalkan jasad yang dikurung sunyi. Menyisakan rindu yang menjadi. Pelanppelan, isi hati pergi. Kemana? entah…

And Aubrey was her name,
A not so very ordinary girl or name.
But who’s to blame?
For a love that wouldn’t bloom
For the hearts that never played in tune.
Like a lovely melody that everyone can sing,
Take away the words that rhyme it doesn’t mean a thing. 

And Aubrey was her name.
We triped the light and danced together to the moon,
But where was June.
No it never came around.
If it did it never made a sound,
Maybe I was absent or was listening to fast,
Catching all the words, but then the meaning going past, 

But God I miss the girl,
And I’d go a thousand times around the world just to be
Closer to her than to me. 

And Aubrey was her name,
I never knew her, but I loved her just the same,
I loved her name.
Wish that I had found the way
And the reasons that would make her stay.
I have learned to lead a life apart from all the rest.
If I can’t have the one I want, I’ll do without the best. 

But how I miss the girl
And I’d go a million times around the world just to say
She had been mine for a day.

11 Responses to “Kenangan yang Kupanggil Semalam…”


  1. 1 putirenobaiak April 24, 2008 at 6:50 am

    beautiful but sad Nai…

    kenangan, andai bisa kujadikan arca?

  2. 2 putirenobaiak April 24, 2008 at 6:53 am

    nai gambarnya keren banget, punyamu?

  3. 3 aprikot April 24, 2008 at 10:17 am

    aubrey..bunnn

  4. 4 Anang April 24, 2008 at 11:43 am

    ah andai kenangan bisa terulang lagi menjadi nyata

  5. 5 Fa April 24, 2008 at 12:27 pm

    kangen padaku mbak? *pede*

  6. 6 ngodod April 24, 2008 at 11:09 pm

    kata Imam Ghazali, yang paling dekat dengan kita adalah kematian. Yang paling jauh dengan kita adalah masa lalu, yang tak kan mungkin bisa kembali. Masa lalu hanya mampu hadir melalui kenangan.

    *mellow mode=On

  7. 7 venus April 25, 2008 at 12:38 am

    lagi mellow juga di sini :(

  8. 8 Ersis Warmandyah Abbas April 26, 2008 at 1:56 pm

    Wuaw … kenangan adalah sejarah agar busur panah melesatkan ke masa depan. Kenangan menyejukkan jiwa, masa depan menyangbutnya.

  9. 9 max April 26, 2008 at 11:20 pm

    Kenangan memang gak ada yang jual ya? Kalau ada pasti laku keras :)

  10. 10 wonkito April 28, 2008 at 3:22 am

    kenangan akan selalu hadir dalam bayangbayang..

  11. 11 penjualkenangan May 5, 2008 at 5:34 am

    wah, ternyata banyak kenangan di sini.
    salam kenal. :)

Leave a Reply




Archives

Blog Stats

  • 11,831 hits