Karena memang saya ini mudah sekali dirayu, makanya awal Januari kemarin saya ikut-ikutan temen kantor untuk memakai esia(L). Ditawarkan banyak sekali keuntungan hati saya mulai kepincut.
Awalnya saya memakai pra bayar. Tapi akhirnya saya ikut corporate kantor saya untuk memindahkannya menjadi pascabayar. Nggak tanggung-tanggung, suami saya juga saya bujuk untuk sama-sama pakai esia(L), biar irit ?!?
Karena saya ada tugas kecil di Padang (9–13 Januari 200
lalu, jelas saya mengajak serta si esia(L), dan mengaktifkan nomor Gogonya. Karena saya juga memilliki HP GSM, maka selama di Padang, saya menggunakan esia(L) hanya sesekali, untuk menghubungi nomor-nomor lokal, dan juga menelpon suami. Itupun saya merasa lamanya saya menelpon masih dalam kewajaran, karena fungsi esia(L) sendiri hanya sebagai cadangan.
Beberapa hari sepulang saya dari Padang, saya mampir ke gerai esia(L), untuk mengadukan esia(L) saya yang tidak bisa digunakan untuk sms. Mbak cantik dan sexi juga wangi di counter itu bilang ;
“Ooooo ini karena ibu masih menggunakan layanan Gogo”.
Owalahhh teryata Gogo tidak secara otomatis berubah kalau kita sudah kembali, dan esia(L) tidak dapat digunakan untuk sms kalau dalam keadaan aktif gogo.
Akhir Januari saya mendapat tagihan sejumlah Rp. 115.000,– Saya masih menganggap wajar, karena pemakaian saya taksir juga kira-kira sejumlah sekian itu. Saya berniat akan membayar nanti-nanti kalau sudah agak “selo” dari pekerjaan. Tapi ternyata saya kelupaan, dan diblokirlah esia(L) saya itu. Pasti dong, namanya juga diblokir, esia(L)pasti nggak bisa pake ; sekedar menerima apalagi menelpon.
Anehnya, kemudian bulan Februari masuk lagi tagihan sejumlah 540 ribu koma sekian sekian. Saya terbelalak kaget, bagaimana mungkin ? lah wong hpnya saja diblokir, kok saya ditagih sekian banyak ??. Saya juga perhatikan print out tagihan itu. Banyak nomor yang tidak saya kenali, dan saya tidak merasa menguhubungi nomor2 itu.
Saya belum juga membayar tagihan itu, tapi saya sudah mengadukan perkara ini kepada pihal esia(L) via telepon. Saya minta untuk menutup saja kartu saya, karena jelas saya nggak mau membayar lebih mahal lagi. Tapiiii…kemudian masuk lagi tagihan terakhir yang lebih besar sejumlah 640 ribu koma sekian. Fyuh…saya sudah tidak bisa menempatkan kesabaran saya.
Saya datang ke gerai esia(L) Diponegoro. Disambut dengan satpam yang tampangnya menjengkelkan. Saya balas dengan senyum kecut sambil tetap mengendalikan marah yang meletup-letup. Bagaimana tidak marah? saya mau mengajukan komplain, malah ditempatkan di pos satpam yang panasnya seperti di dalam oven. Entahlah, mungkin tampang saya kriminal, sehingga satpam menganggap perlu mengamankan saya. Di dalam pos, Sengaja saya tidak duduk, berdiri sambil menungu apa yang akan terjadi setelah ini.
Karena merasa pelayanan satpam “aneh” dan tidak beralasan, saya tepuk pundak bapak satpam nan gagah itu.
“Saya kesini mau ketemu Mak Riri, saya mau komplain atas esia(L) saya, bukannya jadi monyet yang bisa seenaknya kamu suruh tunggu di pos”
Sebetulnya saya juga gak tega mau bilang begitu, tapi dasar mulut saya sudah nggak bisa nahan…keceplosan jadinya. Tanpa perasaan bersalah, satpam kekar itu membiarkan saya masuk, dan mengambil kartu antri di pojok ruangan. Fyuhhhh….
Satu jam lebih saya menunggu. Duduk, berdiri, bolak balik majalah, duduk lagi, sampai kesemutan. Memang kantor Esia(L)) cukup ramai. Saya lihat juga banyak pengaduan atas layanan esia(L) yang bikin sia(L).
Sampai juga giliran saya. Emosi saya yang tadinya meletup karena ulah satpam, kini melunak. Mungkin karena mbak cantik di hadapan saya berbicara dengan suara dan intonasi yang halus, sampai-sampai hampir tak terdengar. Hasil dari pengadual saya itu, esia(L) tetap menuntut saya membayar sejumlah 540 dari 640 tagihan terakhir.
Meskipun masih ngganjel dan nggak rela membayar tagihan sebanyak itu, tapi akhirnya deal juga. Sebagai “obat” kekecewaan, saya diberi satu perdana esia(L), yang sampai detik ini belum saya gunakan (anya saya aktifkan). Dan olala…bonus pulsa, sudah berkurang karena nada dering “ yang otomatis terpasang. Memang sebelumnya saya mendapat sms yang berbunyi;
“selamat, anda dpt Nada Sambung gratis dr esia selama 15 hari, stlh masa gratis berkahir akan dikenakan biaya normal, utk ganti lagu kirim RING 8 atau RING 9 ke 888″
Anehnya, dalam pesan ini nggak ada info tentang UNREG. Terus terang saya tidak suka cara ini, esia(L) men-subscribe nomor orang secara otomatis, dan info UNREGnya tidak informatif. Jelas saya kerepotan dan merasa pulsa saya dirampok untuk sesuatu yang tidak saya minta. Kalau lagu di nada deringnya bagus sih, saya masih bisa terima. Untung saya cari-cari info untuk bisa unreg, kalau nggak…bisa-bisa diperpanjang terus lagu “aneh” itu dan dirampok terus pulsa saya.
Esia yang dalam iklannya mengatakan “untung pake esia”, tidak untuk saya…ah sial pake esia(L)
*) Maaf, foto saya pinjam dari sini. Dan komplain-komplain sejenis bisa dilihat di sini, sana, dan sono
aku gak mau pindah ke pasca bayar, nai. suamiku kebujuk pindah pake xplore, yg ada malah ribet. billingnya ribet dan aneh.
->tapi emang enakan beli pulsa, bia atur sendiri. ribetnya kalo pulsa habis, dan mendadak harus telpon penting
weh ….. untung aku belom beli esia ……. masih suka pake xl yang murah abis taripnya …..
-> idihhh ngiklan dia
lha kok bisa itu bun ada selisih 500 sendiri??yo mosok mau2nya bunda mbayar :(( emang itu dendanya karena ga bayar ya?…
masukin surat pembaca KR aj lah bun…
->niatnya begitu Ko..thanks yaaa
koq bisa begitu nai?
mestinya jangan mau bayar di atas 115rb. wong trakhir tagihannya segitu sebelum diblokir.
->mereka ngeyel, dan saya juga awalnya emoh mengalah. Lah wong saya bener, bener2 diporotin esia. Mau ndak bayar, tapi saya kasihan dengan mbak yang ngurusin korporet esia saya itu.
wah semua pada trobel….. kembali ke jaman dulu aja pake kaleng dan tali… wakakakaka
->iya..telpon2an sama kamu ya Nang
duh kok dibayar nai, baik bgt, kalo aku mendingan tak tinju tuh muka cewe hihi bencanda. udah dirugikan malah bayar?
emang semuanya sialan, aku dah gonta ganti pacar eh kartu karena semuanya nyebelin, kesimpulannya, bisnis adalah penguasa, kita rela dibodohi
xl juga suka maksa orang terima iklan (jengkeeel), dan kalo mau unreg dilama-lamain.
numpang curhat juga.
apa mendingan kembali ke zaman lalu, enak gak ada hape, gak ada yg ganggu
mending mbaca
->mbaca apa?
Salut dengan perjuangannya, bro!
->perjuangan melawan maut yak?
Ronsen fastriding!
tanpa hape kita masih bisa hidup..
-> iya dong, tapi kalo tanpa makan?
hahahaha,…dasar Provider2 tukang tipu,….konsumen yg jadi korbannya,….sabar ya unai,..org sabar disayang Tuhan,…maksih infonya unai,…kan jd tahu Sia (L)nya esia(L)
->kemakan iklan dan bujukan sih
Mbak unayyyy..karena saya juga orang yang mudah dirayu, maka sejak kita ketemu di jogja beberapa waktu lalu sama Al dan blogger Jogja dan merayuku bikin blog, akhirnya bikin juga…apa kabarnya ? ??
->heii lama gak imelan ya kita…kabar baik…hore sudah punya blog yaaaa
gw kamis kemaren migrasi dari besabs ke explore.gile jumat sabtu minggu sampai senin ini katu gak bisa ngapa-ngapain. ems gak bisa, call jg gak bisa. Kok aktivasi sampai lama gini. sialan XL..
->kemakan iklan juga
kalo menurutku, pilihlah layanan yang gak ada gembar gembor service. satu satunya ya…. XL jempol. gak ada kan iklan tentang XL jempol lagi. udah hampir 3 taon make Jempol, ampe sekarang lom pernah komplen ( bukan maksud ingin iklan lhoo )
->heheh belom pernah coba, mau ikutan pake juga gak yaaaa?
esia ku akhirnya mati…padahal nomor cantik :p
->dikubur dong Im ?
Aslkm…..
………wah….kacau deh………boong smuanya berarti..
wahh….iklan yang paling saya benci adalah iklan kartu seluler
pake Simpati Pede aja, biar bisa pede gak disialin. Paling nanti dapet jawaban macem2 bahwa “nomor yang anda hubungi belum terpasang”, “nomor yang anda hubungi lagi sibuk”, “nomor yang anda hubungi belum lengkap”, dst
=))
wah itu kok tagihannya byk amat yah
*shock*
untung g pernah pk pasca bayar dalam bentuk apapun, dan lebih untung lg cm pk 1 nomor tok. g ribet. ning tetep ya esiane wagu.
wedew, aku juga pake esia, tapi yg pra, dan itupun cuman utk ngubungin keluarga di Malang aja. Klo aku pilih nggak mbayar mbak, biarin aja kartu dimatiin, ato klo ada debt-collector nyamperin, disogok aja pake duit 50ribu, wakaka…. *ngajari nggak bener*
kok mau2nya to mbak mbayar 500ribu?
memang csnya bilang apa sampai mbak nyerah gitu?
nikmatin aja…
wakakkakakak
*ngakak*
->maaf, ada yang lucu?
wah saya juga kecewa nih sama esia, udah 2 minggu ini esia tidak dapat di hubungi kecuali oleh sesam esia. mana… bilangnya… nomer yang anda hubungi tidak aktif lagi .. mumet mumet… pake esia…