Jembatan Siti Nurbaya

            Sinur 2

Belum ke Padang bila belum singgah ke Jembatan Siti Nurbaya. Jembatan sepanjang 60 meter ini menghubungkan kota tua Padang dengan Taman Siti Nurbaya (tempat Siti Nurbaya dimakamkan). Membentang gagah di Muara Batang Arau.


            Sinur3

Jembatan ini nampak cantik bila senja menjelang. Pijar mercuri, sepoi angin pantai, dan lampu-lampu kapal yang mulai dinyalakan menambah romantis suasana. Tak heran bila anak-anak muda memadati jembatan ini, untuk memadu kasih  atau sekedar menikmati roti , pisang, dan jagung bakar yang dijual di sisi kanan dan kiri jembatan.

            Sinur7

Warna-warni kursi plastik yang disediakan penjaja makanan ringan, memeriahkan senja yang hangat sapa kerabat. Secangkir kopi, sepotong roti, ditambah jagung bakar manis dengan aneka rasa pilihan, sempurna berpadu dengan pemandangan yang memanjakan mata.

          Sinur4

Dari  badan  Jembatan  ini kita bisa melihat pemandangan Bukit Gunung Padang dan sunset yang berwarna jingga. Kita juga dapat sekaligus menikmati bangunan-bangunan tua di sepanjang kota tua Padang ; kota jaman kolonial Belanda lengkap dengan  kapal-kapal nelayan yang mulai merapat di dermaga muara.

          Sinur6

Bila diperhatikan dengan seksama, lampu-lampu di sepanjang jembatan ini membentuk rumah bagonjong, ciri khas bangunan di Sumatera Barat. Bila Banjarmasin terkenal dengan jembatan Barito, Palembang dengan jembatan Ampera, Padang  memiliki icon wisata yang tak kalah indahnya dan wajib dikunjungi ; Jembatan Siti Nurbaya.

 

21 Responses to “Jembatan Siti Nurbaya”


  1. 1 Anang April 4, 2008 at 9:37 am

    wah indah sekali… thanks ni bisa jadi referensi kunjungan bila suatu saat singgah di kota Padang….

    -> harus singgah kalu sudah di padang, nang

  2. 2 aprikot April 4, 2008 at 9:44 am

    walah bun, jd kepengen ksana…trus bawa fotografer trus puas2in narsis. :D

    -> iyah Mbit, aku pingin ke sana lagi juga, blom puas keliling2

  3. 3 mikow April 4, 2008 at 10:36 am

    itu di pinggir jembatan selalu rame penjaja makanan bgitu? apa nggak mempengaruhi kekuatan jembatan?

    -> Entahlah Kow…ini jembatan baru kok, mungkin kokoh bangunannya. Kalau hanya untuk berjualan saya rasa kuat2 saja, apalagi cuman jualan jagungbakar, nah kalo jualan tronton mungkin ambrol :P

  4. 4 imgar April 4, 2008 at 12:20 pm

    fotona keren..

    kapan ke sana yuk Im ;)

  5. 5 iphan April 4, 2008 at 5:02 pm

    wow… bagus yaa… jadi pengen ke sana (ato pengen ke sumatra).. belom pernah kesitu.
    eniwei fotonya manteb tuh.

    ->jangan nunggu tua, ke sanalah Phan :)

  6. 6 annots April 4, 2008 at 8:40 pm

    itu kalo dijogja enaknya dibangun diatas kali code, kali opak atau kali progo ya bun. oh ya bun, lama ndak silaturahim gimana kabarnya? :)

    -> kabar baik baik Nots…cuman agak gak bisa kemana mana, padat merayap soalnya.

  7. 7 kumandigital April 5, 2008 at 1:30 am

    mantab sekali bu unai….

    -> mantab, pake B deh Dip ;), biar tambah mantab

  8. 8 fa April 5, 2008 at 6:39 am

    ck..ck… pemandangan yang indah di tangan fotografer yg tepat! :)

    ->fotografer amatiran mah …thanks tante Fa

  9. 9 thuns April 5, 2008 at 7:05 am

    wuiiiih mantab banget bu pemandangannya…
    hasil jepretannya muantab surantab

    -> makasih Om, kapan ajak si kecil bareng ke sana yuk

  10. 10 Ersis Warmansyah Abbas April 5, 2008 at 5:38 pm

    Ya ya tapi ingat lho … tempat Siti Nurbaya dimakamkan … sebagai pemanis saja. Soalnya Siti Nurbaya itu fiksi, dari novel. Bahwa jembatannya siiiiiip ya iyalah. Waduh Nai … mambuek makin taragak pulang sajo Unai ko

    ->Pulang se lah Pak…bilo taragak, indak ado ubeknyo ko

  11. 11 max April 6, 2008 at 2:12 pm

    hehe3x… kapan ke Jembatan Siti Nurbaya lagi? Ditunggu teman2 Palanta :D

  12. 12 unai April 7, 2008 at 1:19 am

    @Damax: Ah wong saya ke sana saja, Uda ndak temani ke Jembatan… :P

  13. 13 froz! April 7, 2008 at 3:13 am

    jepretannya keren nai :)

    ->makasih om, amatiran ini :)

  14. 14 ario dipoyono April 7, 2008 at 4:16 am

    eksotik sekali gambarnya bos… kok keliatannya bisa mampir klo kapan-kapan kesana

    -> boleh..mampir sambil makan jagung bakar ;)

  15. 15 cucut April 7, 2008 at 6:21 am

    wahh .. bun bakat fotografernya belum ilang juga… manatep dah hasilnya.jadi kepengen jeprat-jepret dan bergaya narsis berasam bunda dan mas e

  16. 16 meiy April 7, 2008 at 8:12 am

    fotonya hebat, udah prof skrg nai?

    sama kaya pak ewa taragak pulang kampuang maimbau :D

  17. 17 catra April 8, 2008 at 11:50 am

    postingan yang keren, mengobati kangen saya sama kampung halaman,

    http://www.catra.wordpress.com

  18. 18 titov April 10, 2008 at 12:53 am

    foto2nya kewren.. :)
    jadi berasa lebih eksotik dari byasanya…
    betewe, di djokdja bisa tuh di lempuyangan dibikin kayak jembatan siti nurbaya, tinggal kasih aja lampu2 tradisiyonil, mejengin para vendor jagung bakar, roti bakar, sate bakar dlsbg.. pasti asik tuh.. ;)

  19. 19 Zulmasri April 10, 2008 at 10:31 pm

    Terakhir pulang ke Padang 7-8 tahun lalu. Jembatannya belum apa-apa. Masih terbengkalai.
    Sekarang sdh sedemikian bagusnyakah?

    ok bu, salam kenal dg rang pasisia selatan.

    http://zulmasri.wordpress.com

  20. 20 ilham saibi April 12, 2008 at 7:42 pm

    jadi kangen pulang rasanya.

  21. 21 icha juliawati May 10, 2008 at 3:52 am

    waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah………………. cakep banget.
    Aq ga pernah tau klo daerah asalq punya tempat yg bagus bgt ‘coz aq kan blm pernah 1x pun ke padang.Ya ampun aq seneng bgt jd anak minang , ternyt msh ada yg bisa dibanggain dr sana.

Leave a Reply




Archives

Blog Stats

  • 11,831 hits