Forgiven not forgotten

2008 March 27
by unai

dfaf32980d9c30112b348106f795ec2f.jpg

Dulu…aku menggenggam pita persahabatan kita dengan erat. Erat sekali…

Menjagamu, menjaga hati dan perasaanmu agar kau merasa nyaman memiliki sahabat sepertiku. Aku hanya ingin menjadi seseorang yang berarti untukmu, seseorang yang selalu ada di setiap sakitmu, seseorang yang menyediakan ruang untukmu. Tidak terlalu berlebihan kan?

Tapi kau melemparku dari ketinggian… Membuat hatiku terburai. Sesungguhnya aku sudah tak ingin memunguti keping keping yang tak lagi berbentuk itu. Aku tak ingin lagi mengingat peristiwa buruk bila hanya membuatku terpuruk. Aku tak ingin lagi…

Aku sudah ikhlas kau pergi, meski meninggalkan duri. Aku juga tak mengharap kau mampu melacak jalan pulang, danĀ  mengulang saat-saat dulu…saat kau dan aku erat menggenggam pita yang sama.

Kau tau aku berkali kali terluka, dan harus kau akui, kaulah yang membuatnya lara.

Dan bila kau menyesalinya…itu tak akan berengaruh banyak pada keputusanku. Kubulatkan niat untuk tidak lagi menoleh pada tapak-tapak jejak yang kau tinggalkan.

Kau salah bila beranggapan aku membalas sakitku dulu. Tidak sama sekali. Toh aku menjaga agar kau yang merasa sakit atas sikapku yang menurutmu menyakitkan?!?. Entah sikapku yang mana yang menyakitimu? yang pasti kau melukaiku lebih…lebih dari apa yang kau bayangkan.

Bila kali ini kau memintaku kembali, maaf saja…aku sudah tak ingin terlibat dalam kisah-kisahmu. Lalu…bila kau bertanya…

“dengan apa aku harus memperbaiki salahku?”

Aku akan dengan tegas menjawab. “Tak ada”.

Aku memaafkanmu, jauh sebelum kau memintanya. Namun sungguh, aku masih belum mampu melupakan rasa sakitku.

22 Responses leave one →
  1. 2008 March 27

    memaafkan itu ternyata jauh lebih mudah dr melupakan hekeke…

  2. 2008 March 27

    aku juga pernah ngalamin ini. sakit, dan memang lebih bak gak usah kenal lagi lah daripada besok2 kita kepancing ngungkit2 kesalahan sahabat kita, ya kan?

    gak keren, heheheh…

  3. 2008 March 27

    atw sedikit lebih halus: “aku sudah memaafkanmu, melupakan? aku sedang berusaha.”

    *sekalian mohon izin, rss blog ini salah satu yg kupajang di sidebar, jadi rajin2lah posting*

    :D

  4. 2008 March 27

    bun, coba untuk melupakan saja. krena klo mnurutku dgn tdk melupakan brarti belum memaafkan.

    sini sini duduk dan cerita lagi kita bun

  5. 2008 March 27

    Banyak sabar yah.. kadang memaafkan dan melupakan itu gak mudah dan mungkin perlu latihan agar hidup kedepan nggak begitu berat..

  6. 2008 March 27

    wah, apakah masih “sidia” yang sama, nai? teguh-ingin penuh seluruh ternyata…

  7. 2008 March 27

    hmmmm,..hmmmmm,..beri dia jalan,…..awas air panas,….

  8. 2008 March 28

    hiks…hiks… I feel the same with someone.
    melupakan? aku orang yg tak pernah mampu melupakan rasa sakit yg diberikan orang yang dikasihi, walau sudah memaafkan…

    tapi kata orang bijak cobalah keduanya, mungkin unai bisa?

  9. 2008 March 28

    salam kenal..

    tipikal perempuan memang…
    memaafkan tp tidak melupakan..

    padahal kata orang kan bangsa Indonesia tipikal. mudah pula melupakan kesalahan orang lain.. apalagi yang berhubungan dengan politik.. hehehe

  10. 2008 March 28

    satu hal yang aku sepaham banget mbak, memaafkan itu mudah, tapi utk melupakan memang cukup susah.
    kata2 yang menyentuh mbak (krn ada mirip2nya dg yg pernah aku alami… hiks)

  11. 2008 March 28

    bukan cuman cewek yang kayak gitu. aku pun seperti itu. jika ada yang buat aku sakit, aku masih bisa memaafkan. tapi, untuk melupakan kesalahan itu, nanti dulu.

  12. 2008 March 29

    kalok saya, kok (relatib) lebih mudah forgot dibanding forgive :mrgreen:
    meski duwa-duwanya sama-sama gak susyah…

  13. 2008 March 29

    @Anang : iya Nang…gakcumanaku aja kan?
    @Venus: Aku sih cuman gak mau salah lagi Mbok.
    @Lae Toga: emang Lae ini jagonya menghalus haluskan :P
    @Aprikot : Iya aku sedang berusaha…Mbit
    @Kang Lui: haturnuhun yah kang..
    @Ia: hihihi…jangan mau tauyah Om :P
    @Avartara : hahah…air panas minggir minggir
    @NiMeiy: Berusaha terus aja Ni..pasti bisa lupa :)
    @Sha: eit..jangan salah, soal politik orang malah sulit memaafkan
    @Fa: HIks, mari berpelukan :)
    @Peter: Apalagi kalo inget rasa sakit yang dia buat, uhhh jadi gak ikhlas memaafkan
    @Titov: melupakan dan gak usah dimaafkan…lebih baik begiut kali yah Tov

  14. 2008 March 29

    Aslkm….

    kalo tak ingin terjebak dlm lubang yg sama ya semestinya menghindar……

    puitis nian….

  15. 2008 March 29

    berarti harusnya ngomong gini ya mbak “maafkan aku, kumohon lupakan rasa sakitmu aku”

    tapi memang bener apa yg mbak unai bilang memaafkan itu mudah, melupakan? sebentar…. (bahasa jawane “mengko dhisik”)

  16. 2008 March 30

    dengan apa aku harus memperbaiki salahku? Memaafkan diri sendiri.

  17. 2008 March 31

    sopo bun..????
    sikat wae..!!!!!

  18. 2008 March 31

    alah… jadi inget lagunya the corrs

  19. 2008 April 1

    waduh… ya jangan gitu dong, memaafkan lebih baik dari pada memendam rasa sakit hati lo

  20. 2008 April 3

    Dimaafin saja, jangan ditunggu lebaran pula :D

  21. 2008 April 5

    hihihihihiihihihi………..

Trackbacks & Pingbacks

  1. Bloger itu ngapain aja | annots[dot]com

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS