baca baca lagi isi blog tahun lalu…tahun yang lalunya, yang lalunya juga. ternyata, sudah sangat lama blog ini tak terjamah. untung saja passwordnya masih ingat
. Tahun ini insya allah akan balik lagi, ngeblog lagi, menulis hal2 sederhana…see you
Kangen Ngeblog
BACKPACKING 2 #MALAYSIA
Mungkin sudah basi cerita pengalaman backpacking saya ini. Tapi saya Cuma ingin berbagi…tulisan ini sebetulnya sudah saya tulis agak lama berselang . See… bahwa pengalaman yang menakjubkan itu membekas dan sulit dilupakan detailnya.
Nah, dari terminal Golden Mile Complex kami akan meneruskan perjalanan ke Malaysia dengan bis malam Sri Maju. Sebelumnya kami kelaparan, menunggu jadwal kedatangan bis yang lama membuat kami menggelandang di emperan terminal golden mile complex. Muka sudah kucel, badan pegel pegel, dan gatel-gatel karena seharian berkeringat menjelejah jalanan singapura
Bosan menunggu lama dan karena lapar melanda, akhirnya kami menyeberang jalan, mencari ‘warung makan’ yang masih buka di sana. Ternyata pertokoan di seberang terminal sudah tutup. Saya melirik arloji, jam 10 malam, masih sore untuk ukuran kota Yogya…tapi sekeliling terminal ini seperti kota mati.
Agak lega ketika kami melihat aktifitas memasak di salah satu ‘warung’ yang masih buka. “akhirnyaaa” begitu bisik bathin kami masing2. Sudah mengambil posisi tempat duduk yang nyaman, teman-teman memilih menu, tapi aku coba tanya apakah makanan itu halal?
“sorry, here containing pork dishes”, dengan logat Singlish yang kental pemilik warung itu bilang. Owhhh unfortunately…padahal sudah lapar sangat. Apalagi si Alif sudah mulai ngambeg…lelah bercampur lapar.
Untunglah tak jauh dari ‘warung’ tadi ada minimarket ; semacam Alfamart atau Indomaret yang menyediakan kopi panas dan mie instant plus hot watter. Lumayan buat ganjel perut. Dengan santainya kami menyeruput (kopi, soft drink, dan teh), di halte persis di depan terminal golden mile complex. Gak perduli dibilang ‘katrok lan ndeso’ oleh pejalan kaki dan mereka yang naik turun bis. Owalahhh….
***
Pukul 4.30 am, kami tiba di Hentian Puduraya. Perhentian Pudu Raya terletak di jalan Pudu Raya, Masih lengang….tapi se-sepinya…namanya juga terminal sama saja seperti di Indonesia…BANYAK CALO-nya heheh. dan atas rekomendasi teman, kami akhirnya melepas lelah di Hotel Puduraya. Kami menunggu lama di lobby hotel sampai jam 07.00 am, karena kalau masuk jam 05.00, kami akan kena charge seharga tarif 1 malam ; RM 49. Nah..mending nunggu kan?
Kami ambil 2 kamar…tentunya.
Setelah melanjutkan tidur, bangun dan tidur lagi..hehe, kami turun ke bawah (Letak terminal ada di bawah kamar hotel) Kami menuju loket pembelian tiket. Jangan takut, terminal ini sangat informatif, kita bisa memilih kemana saja kita akan pergi dengan tarif yang reasonable. Untuk tiket PP Puduraya-Genting-Puduraya, kami hanya membayar RM 11.
Sebelum berangkat ke Genting, kami makan di sebuah restoran berlabel ‘halal’ di depan perhentian Puduraya. (ahh gak ada makanan enak di sini)
Nah ini dia tips & trik di perhentian Pudu Raya yang mungkin berguna :
1. siapkan pecahan RM kecil atau RM cent untuk bertransaksi dengan pedagang makanan di sekitaran Pudu
2. bayar 30 cen sebelum masuk ke toilet, atau diceramahi budak tak tau aturan, tisu toilet semacam tisu pak seharga Rp. 1000 di tanah air , dijual 30 cen lebih murah
3. jika terpaksa naik teksi dari sini menuju penginapan atau lokasi wisata tawarlah setengah harga dengan cara sopan.
4. jangan berlama-lama melepas lelah di surau, pasti di usir
5. pastikan tidak salah platform jika ingin bepergian dengan bas luar kota (menuju singapura, misalnya)
Di Genting Highland.
Genting Highlands adalah tempat wisata yang paling tersohor di Malaysia. Inilah Las Vegasnya Malaysia. Genting Highlands berada di daerah pegunungan yang tinggi (tidak seperti Las Vegas yang berada di gurun) dengan begitu udara di sini sangat dingin jadi anda bisa melakukan banyak kegiatan outdoor tanpa harus takut kepanasan. Lokasi Genting Highlands ini mirip dengan Puncak.

Di sini ada banyak sekali tempat bermain baik untuk anak-anak hingga dewasa. Ada permainan yang outdoor juga indoor. Yang paling menarik adalah theme park yang ada di Genting Higlands.
Genting Outdoor Theme Park mirip dengan Dufan yang ada di Jakarta akan tetapi pilihan permainan Roller Coaster-nya lebih banyak. Kalau di Dufan hanya ada Halilintar, di sini ada 5 jenis Roller Coaster.
Tapiiii… saya tak berani mencobanya, satupun.
Ini dia wahana yang mengerikan yang ada di sana

1. Corkscrew. Mirip dengan halilintar tapi yang ini putarannya tidak hanya sekali tapi 2 kali.
2. Cyclone. Nah ini versi kecilnya Corkscrew, cocok dinaiki oleh anak-anak kecil. Tidak ada batasan tinggi untuk naik wahana permainan ini.
3. Flying Coaster. Roaller Coaster yang satu ini lebih seru daripada Corkscrew. Kalau Corkscrew duduk, di sini anda terbang.
4. Flying Dragon. Permainan ini mirip dengan Cyclone hanya lebih besar dan keretanya di desain menjadi naga. Jadilah permainan ini dinamakan Flying Dragon (Naga Terbang).
5. Rolling Thunder Mine Train. Roaller Coaster ini akan mengajak anda berjalan-jalan masuk ke dalam pegunungan berbatu dan gua yang gelap seperti nuansa pertambangan di dunia-dunia barat.
Saya yang takut ketinggian ini cuma mencoba permainan pancing boneka, Balon udara, balapan gocart, dan Alif….dia coba semua wahana yang ada disana.
Di arena bazar, permen2 unik berbentuk lucu saya beli untuk oleh2.
Bis yang menjemput kami kembali ke Puduraya datang. Hari mulai gelap…kabut membungkus bukit, dingiiin sekali. Kami membeku *lebay. Untunglah pak sopir jago di tikungan, kami gak muntah muntah dibuatnya.
Pukul 09.00 pm, kami tiba di perhentian puduraya, dan langsung menikmati malam yang hiruk pikuk di Jalan Petaling yang letaknya gak jauh dari puduraya ; sekitar 200 m saja. Di jalan Petaling ini semua penjual menjajakan produk2 China. Semacam kakilima di Pasaraya Padang, atau Pasar Sore di Malioboro Yogyakarta. Asiknya berbelanja di sini…kita bisa tawar menawar loh…untuk membeli barang sebaiknya kalian menawar separuh harga dulu. Sama bener ya kaya di Pasar Beringharjo hehe.
Ada banyak yang aku beli di sana, mulai dari jam tangan abal2 sampai yang mahal, gantungan kunci dan aneka souvenir untuk oleh2 (yang ternyata lebih murah dibeli di Pasar Seni yang letaknya tak jauh dari Jalan Petaling ini juga).
Hampir jam 12 malam kami pulang menuju hotel dengan kaki yang teramat sangat pegal.
I’ll continue my traveling story in next note ok…:)
(foto2 yang lainnya menyusul)
5 Days, Yet So Many Experiences…
Day 1
Rencana 2 bulan sebelumnya akhirnya terlewatkan dengan seru. Kami pulang membawa oleh2 pengalaman dan cerita yang tak habis-habis rasanya ingin kami ceritakan. Awalnya kami (saya dan partner kerja saya) iseng mencari penerbangan murah ke Singapura. Biasanya orang berlibur akhir tahun, ehh kami malah mencari-cari peluang libur di awal tahun. Hasilnya, kami dapat tiket Airasia return Singapura-Jogja dengan harga tujuh ratus ribu sahaja. Terima kasih Airasia….
Hore, Saya Lulus di 4 Minggu Pertama
Postingan ini harusnya sudah saya publish sejak Arya berusia sebulan. Tapiii ini sudah lewat dua minggu. Gak apalah, dan saya gak harus mengganti judul postingan ini menjadi ” Lulus di 6 minggu pertama”, kan?. Baiklah…yang dimaksud ‘lulus’ di sini adalah saya sudah melewati saat melelahkan bersama Arya, putra kedua kami.
Bahagia yang meluap luap mendapatkan bayi laki laki yang sehat, lengkap, dan lucu ini ternyata sebanding dengan rasa lelah pasca melahirkan. Bagaimana tidak, tubuh serasa remuk redam. Serasa habis dipukuli orang sekampung (duh lebay yah saya). Saya mengalami kesemutan di sekujur tubuh . Tentu ini sangat mengganggu gerak saya, membuat saya agak takut menggendong Arya tanpa ditemani. Saya takut pegangan saya terlepas dan mengakibatkan Arya jatuh, ughhh mengerikan. Untunglah rasa kebas alias kesemutan ini hanya empat hari menyiksa saya. Pengelihatan yang mengabur juga derita saya setelah melahirkan. Entahlah, mungkin karena teknik mengejan saya yang salah. Read the rest of this entry
Lahirnya Jagoan Baru Kami
Alhamdulllah, putra kedua kami lahir tepat satu bulan yang lalu di Rumah Sakit Bersalin Khodijah di Pakualaman, dibantu oleh Dokter yang pernah membantu persalinan pertama. Dokter perempuan yang friendly, track recordnya baik, dan sudah mengantongi riwayat kehamilan pertama saya yang bermasalah, membuat saya merasa nyaman dan memutuskan untuk melahirkan di RSB miliknya, meskipun jaraknya lumayan jauh dari tempat tinggal kami.
Saya sempat dilanda stress, ketika Hari Perkiraan Lahir (HPL) sudah lewat dan belum juga ada tanda tanda akan melahirkan. Sekuatnya saya berjalan-jalan di lingkungan tempat kami tinggal, termasuk ke warung, minimarket, salon, mol, saya ‘jabani’. Kaki pegal…tapi saya lupakan. Saya ingin bisa cepat melahirkan. Itu saja! Read the rest of this entry
Menghitung Hari

Ini adalah trimester III kehamilanku. Kehamilan ini sangat membahagiakan, karena aku dikelilingi orang-orang yang sangat mencintaiku. Sahabat, teman, dan dukungan keluarga membuat hari-hari berlalu begitu cepat. Nggak terasa !
Banyak hal ajaib yang terjadi, meskipun ini bukanlah kehamilan pertamaku. Aku tetap merasa bahwa saat ini adalah kehamilanku yang pertama. Sama….karena keduanya sama sama membahagiakan. Sama sama membuatku bersemangat. Disinilah aku memulai babak baru dalam kehidupan, sama seperti enam tahun lalu, saat aku mengandung Alif, buah hati yang kami banggakan. Read the rest of this entry


